This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 01 Desember 2013

Kunci Dasar Belajar Bahasa Inggris

belajar bahasa inggris,belajar bahasa inggris dasar,kunci dasar belajar bahasa inggris,kunci belajar bahasa inggris,dasar belajar bahasa inggris
Kunci Dasar Belajar Bahasa Inggris – Di era globalisasi seperti sekarang ini, bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang langka lagi seperti dulu. Belajar bahasa Inggris dan menguasainya mutlak menjadi pilihan dan gaya hidup karena pentingnya dalam menunjang pekerjaan dan karir. Tidak heran kalau bahasa asing yang satu ini sudah diperkenalkan kepada anak-anak di negeri ini semenjak usia pra sekolah. Tujuannya tentu saja sesuai dengan tujuan pelaksanaan pendidikan dasar yaitu mempersiapkan anak sedini mungkin untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kalau kita melihat anak usia pra sekolah yang akan belajar bahasa Inggris, hal pertama yang diajarkan oleh Bapak atau Ibu guru tentu saja adalah memperkenalkan kosa kata baik itu dengan lagu ataupun media gambar. Tidak mungkin bahkan tidak boleh mengajarkan di usia ini tentang materi grammar atau tata bahasa, bahkan pada jenjang sekolah dasarpun materi grammar hanya dasarnya saja. Pengenalan terhadap kosa kata masih mendominasi content dari lembar kerja siswa dengan terbukti dari banyaknya gambar yang ada. Mungkin menginjak SMP dan SMA materi grammar sudah intens diperkenalkan, itupun kalau saya lihat usaha memperkenalkan dan memperbanyak kosa kata bahasa Inggris masih dimaksimalkan dengan banyaknya reading text yang mendominasi buku pegangan siswa dan lembar kerja siswa bahkan kosa katanya lebih kompleks.

Nah, dari sini sebetulnya kita bisa melihat kalau kunci dasar belajar bahasa Inggris sebetulnya adalah penguasaan kosa kata, memperbanyak daftar atau list kata ke dalam otak kita. Tanpa daftar kata yang cukup banyak dan memadai, tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris utamanya secara lisan dan tulisan, bahkan belajar bahasa Inggris malah akan terkesan lama dan tidak ada perkembangan. Lagi-lagi yang disalahkan adalah sekolah, lembaga tempat kita kursus dan gurunya, fasiltas yang kurang memadai atau bahkan metode pengajaran dan penyampaian yang kurang tepat dan inovatif. Padahal kalau kita cermati kesalahan tidak sepenuhnya terletak pada hal-hal di atas. Kesalahan ada pada rasa malas kita untuk mencatat daftar kata yang sudah kita dapatkan dan menghafalkannya, sekali lagi saya tekankan, mencatat dan menghafalkan daftar kosa kata yang kita miliki, tidak hanya bergantung pada ALFA LINK atau GOOGLE TRANSLATE. Seberapa hebat, inovatif dan keratif metode pembelajaran bahasa Inggris yang diterapkan, namun kalau tidak adanya usaha dari diri kita sendiri untuk memperbanyak kosa kata dan menghafalkannya, maka kemampuan bahasa Inggris kita begitu-begitu saja, pasif dan sedikit bisa. Saya pribadi mungkin akan lebih menghargai jikalau ada yang menemukan metode atau cara kreatif untuk menghafalkan kata bahasa Inggris secara cepat dan mudah. Teknik seperti itu yang saya idam-idamkan. (ha3x)

Kunci dasar belajar bahasa Inggris yaitu menghafalkan sebanyak mungkin kata yang kita dapat. Terdengar jadul mungkin bagi adik-adik yang masih sekolah kalau zaman modern seperti ini masih harus menghafalkan, SO WHAT gitchu lho..... ? (ha3x). Kenapa saya bilang menghafalkan kata yang kita dapat, bukannya sekalian menghafalkan kamus (he..he..) ? Karena kata yang kita dapat dari kegiatan membaca atau mendengarkan biasanya merupakan kata-kata yang sudah umum digunakan setiap harinya (daily life vocabularies), namun kalau menghafalkan kamus belum tentu kata yang kita hafalkan itu akan sering digunakan dan muncul dalam kegiatan speaking kecuali kalau isi dalam satu kamus hafal semua. hehe..

Nah, cukup sekian soBat, disimpulkan sendiri ya artikel saya di atas kalau masih kurang jelas dan endingnya amburadul. Bukan niat saya menggurui atau apalah, artikel ini hanya sekedar sharing pengalaman pribadi. Terima kasih

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 23 November 2013

Reading and Writing Comment in Blog

Reading and Writing Comment in Blog - How is your learning process? Do you make any improvement till now? I hope all of you get satisfied by the content of this blog, though it’s not mine. Ha3x. Absolutely right! It’s om Hendrik own and he loves to share. Thus, we share to love, too. I thought - it’s becomes part of mine as we could learn the menu being provided by him. Don’t you see that we try to use any topics in this blog in my sentences now such as pronoun, personal pronoun even passive. Hem... so easy, isn’t it? Okay. Let we discuss about it. Go ahead. Reading the specific article and then make comment would be a valuable thing. What’s that? We have opportunity to learn the grammar and others correlated by. Here below the description :

1.Why should write comment
Writing comment in the blog could be as a response for the owner of the blog or the author. We appreciate the content and wanna try to improve our capability in writing. No need to be ashamed with the types of sentences we’ve made as it’s only second, third, or fourth than our mother tongue. I thought by writing a comment also a joyful moment for the blogger – as the blog would be identified as favorite or may be will get an award in the others day. It sound reliable enough, pals. (plok3x ...sound of clapping hands)

2.Practice and Media
By writing a comment , it’s our time for practicing our knowledge that we’ve had already. Arranging sentences also has a sense. It’s just translated from Bahasa or not. It’s time to prove our capability and skill as we have learned from blog. Besides that, we could choose the sentences style that we like very much. Nothing wrong with it. As we had experience with expatriates that they respected with our effort in communicating with them, even grathul-grathul grammar. Ha3x...it’s enjoyable.

3.Expose our opinion
By reading our comments in English, actually we will have sense of pride too. Yeah. I could write sentences in English. Or, it’s my time to prove that we already learn some material in English. In other words, we could review our capability in arranging words. It’s sound nice to be listen or not. I thought we could combine the learning process of writing, reading, speaking then listening concurrently. If you ever go to California Fried Chicken, it’s such as Pak Eko – paket ekonomis.

4. Frame of thinking
Don’t you realize that by writing a comment also an opportunity for us in setting our style. Thus, writing a negative ones should be denied. Why? If we have time in the future and read back our written – may be we will laugh coz our opinion our self. Oh, that’s a weird. How come, I write my comments such like this, and so on. Contribution is a good thing than controvertible only. Giving comment is good thing, but in English – would have a reciprocal advantage. Our skill would be enhanced incrementally.

Even we have some obstacles in learning English, I thought it’s being exposed just one time. No need to mention it many times as it’s only burdened our mindset. Why? We would be able in arranging any argue but deny to take a step ahead. Thus, reduce the negative ones and changes with good one or aim or target or anything else which is support our effort to conquer it.

5.Get benefit
Yes, we get benefit a lot by writing comment in English. By the time, we make communication by comment response by comment, first. Then, we introduce each other and finally have opportunity to compare the learning process being taken by individual. I mean, as a sample me myself.

We love to read the comment for widening our perspective. Coz, we could take the idea which is interesting, in other word it’s our time for comparing, educate and inspired each others. Moreover we could adopt it and even make it as my own, uh... so lovely. Last but not the least, we mix our learning process of reading –> writing and speaking, as its truly influence each other. Does it sound good and easy, don’t you? And, I could contribute coz love to write comment in English and have opportunity in sharing knowledge with the blogger, after all.

Written by Mochtar Bungkus 

Kamis, 14 November 2013

Passive Voice dan Contoh Kalimatnya dalam Bahasa Inggris

passive voice,contoh kalimat passive voice,stative passive
Passive voice atau dalam bahasa Indonesia biasa kita sebut sebagai kalimat pasif merupakan kalimat yang objeknya dikenai pekerjaan. Dalam belajar bahasa Inggris, kepiawaian dalam menggunakan jenis kalimat ini sangat diperlukan dalam menyusun kalimat bahasa Inggris.

Menurut saya pribadi, cara yang paling mudah sekaligus mungkin berat bagi Anda (ha3x) untuk menguasai penggunaan passive voice adalah dengan menguasai (hafal) rumus dari 17 tenses bahasa Inggris yang ada. Namun disini saya hanya akan memberikan contoh kalimat passive voice pada 9 tenses saja, sisanya jarang sekali digunakan.

Catatan :
# Kalimat pasif objeknya ditaruh di depan. Kalimat jenis ini juga harus transitif (mempunyai objek langsung)
# Rumus dasar kalimat pasif yaitu
Be + past participle (Verb-3)
Jika memiliki modal, maka rumus dasarnya :
Modal + be + past participle (Verb-3)
Modal : will, would, can, could, must, should, dll.
# Jika tensesnya progressive maka ‘Be’ yang digunakan berbentuk-ing ‘Being’. Jika perfect maka menggunakan ‘Been’
# Amatilah baik-baik tabel di bawah, perhatikan perubahan dari kalimat aktif ke kalimat pasif. Dimana kalimat aktif di bawah menggambarkan juga rumus dasar dari setiap tenses.

Tenses Kalimat aktif Kalimat pasif
Simple present Anto eats an apple An apple is eaten by Anto
Present progressive Anto is eating an apple An apple is being eaten by Anto
Present perfect Anto has eaten an apple An apple has been eaten by anto
Simple past Anto ate an apple An apple was eaten by Anto
Past progressive Anto was eating an apple An apple was being eaten by Anto
Past perfect Anto had eaten an apple An apple had been eaten by Anto
Simple future Anto will eat an apple An apple will be eaten by Anto
Be going to Anto is going to eat an apple An apple is going to be eaten by Anto
Future perfect Anto will have eaten an apple An apple will have been eaten by Anto

Perhatikan contoh berikut jika kalimat aktifnya mempunyai objek langsung dan objek tidak langsung :
Kalimat aktif :
Anto gave the pencil to Dina (objek langsung : the pencil, objek tidak langsung : Dina)
Kalimat pasif :
The pencil was given to Dina, atau
Dina was given the pencil

Dua-duanya baik itu objek langsung ataupun tidak langsung bisa menjadi subjek. Perhatikan juga jika objek langsung menjadi subjek maka objek tidak langsung didahului preposisi.

Passive voice dalam bentuk stative :
Active : The thief broke the car (Pencuri merusak mobil itu)
Pasif : The car was broken by the thief (Mobil itu dirusak oleh pencuri)
Pasif stative : The car was broken (Mobil itu rusak)

Intinya pasif stative hanya merupakan sebuah pernyataan, tidak ada tindakan oleh pelaku, dan berfungsi sebagai adjective. Hal ini ditandai dengan tidak adanya frase “by ....(Pelaku)”

Contoh penggunaan bentuk passive voice pada ‘to infinitive’

To be loved is a great desire of every person (sebagai subjek)
(Dicintai adalah keinginan besar bagi setiap orang)

The wall needs to be painted (sebagai objek)
(Temboknya perlu dicat)

That is the wood to be cut down (to be cut down menjelaskan kata benda ‘wood’)
(Itu kayu yang harus dipotong)

Contoh penggunaan bentuk pasif pada ‘gerund (verb-ing)’

Being eaten by other animals is a natural selection (sebagai subjek)
(dimakan oleh binatang lain adalah sebuah proses alam)

My grandma rejected being bought a car (sebagai objek)
(Nenekku menolak dibelikan sebuah mobil)

I was frustated of being defeated last night (objek preposisi ‘of’)
(Saya frustasi dikalahkan tadi malam)

Perhatikan juga bahwa khusus untuk kata kerja ‘need’ dan ‘want’ jika diikuti oleh gerund maka bermakna pasif juga .

Saya ambil contoh di atas :
The wall needs painting = The wall needs to be painted

He wants burning = He wants to be burned

Sekian soBat. Semoga tidak membingungkan penjelasannya. hehe


Rabu, 06 November 2013

Present Perfect Tense dan Contoh Kalimatnya

Present perfect tense merupakan salah satu dari 16 tenses bahasa Inggris yang cukup sering digunakan dalam percakapan sehari – hari (daily conversation) selain simple present tense. Penggunaan bentuk waktu dalam bahasa Inggris mungkin akan terlihat lebih mudah dalam segi teori seperti yang akan saya tulis berikut, namun menurut saya pribadi tidak semudah itu ketika kita mempraktikkannya dalam percakapan sehari – hari atau dalam kegiatan menulis (writing), diperlukan banyak latihan, pemahaman, praktik secara terus menerus dan pembiasaan, dan memang seperti itulah seharusnya proses belajar bahasa Inggris yang tepat.

Tenses ini secara umum menggambarkan suatu kegiatan terjadi atau telah selesai sebelum waktu tertentu atau sebelum kejadian di masa sekarang. Jika digambarkan melalui sketsa gambar seperti berikut :

present perfect tense, present perfect, tenses present perfect tense


Rumus umumnya yaitu :

Bentuk (+) : Subject + have/has + past participle (verb 3)
Bentuk (-) : Subject + have/has + not + participle (verb 3)
Bentuk (?) : have/has + Subject + participle (verb 3)

Catatan : verb atau kata kerja yang digunakan harus bentuk ketiga baik regular atau irregular verb. Bisa dilihat di kamus daftarnya. Penggunaan have dan has bisa anda lihat di linknya yang warna merah. hehe

Dan berikut penjelasan fungsinya :
Present perfect tense menggambarkan suatu kegiatan terjadi atau telah selesai dilakukan sebelum saat sekarang atau saat berbicara. Waktu specific selesainya kegiatan tersebut tidaklah penting entah itu tahun lalu, bulan lalu, mingu kemarin, hari kemarin, sejam yang lalu, atau bahkan semenit yang lalu, yang terpenting pembicara bermaksud bahwa suatu kegiatan atau pekerjaan telah selesai dilakukannya. Contoh kalimatnya seperti berikut ini :

I have finished my college degree (Saya telah lulus S-1)
Dengan tidak menyebutkan keterangan waktu yang spesifik, present perfect tense digunakan untuk menjelaskan bahwa pembicara telah selesai menempuh pendidikan s-1, tidak peduli meskipun mungkin wisudanya sudah 3 tahun yang lalu

Jika menyebutkan waktu spesific maka simple past yang digunakan :

I finished my college degree last month (simple past, menyebutkan waktu spesific/time signal : last month)

Contoh yang lain :
He has just given you a smile (Dia baru saja tersenyum kepadamu)

Present perfect juga mengekspresikan suatu kegiatan yang berulang sebelum saat sekarang . Sekali lagi waktu spesific berulangnya kegiatan tersebut tidak usah dihiraukan, yang penting berulangnya kegiatan itu sebelum waktu sekarang (telah selesai). Biasanya memakai keterangan signal seperti ‘many, many times, so far, menyebutkan jumlah, dll’. Berikut Contoh kalimatnya :

He has had five intervew so far this month (Dia telah menjalani interview 5 kali dalam bulan ini)
Waktu spesific dari setiap intervew tidaklah menjadi persoalan, bisa saja intervew sebanyak 5 kali tersebut terjadi sekaligus pada minggu pertama bulan tersebut. Yang terpenting sejauh ini atau dalam bulan ini dia telah intervew dan berulang sebanyak 5 kali.

Coba bandingkan :
He has had five interview so far this month (present perfect)
The first intervew was in the first day of the month (simple past)

Contoh yang lain :
I have traveled by train many times

Yang ketiga present perfect menggambarkan kegiatan yang dimulai sebelum saat sekarang (masa lampau) dan masih berlanjut hingga sekarang. Biasanya situasi yang satu ini kalimatnya menggunakan preposisi ‘since (sejak)’ dan ‘for (selama)’.
Contoh :
I have been here since eight o’clock (saya telah menunggumu sejak jam 8)
Kegiatan menunggu dimulai pada waktu tertentu di masa lampau dan sampai sekarang masih menunggu.
Contoh yang lain :
He has read for three hours (Dia telah membaca selama 3 jam)
Preposisi ‘for’ mengidentifikasikan durasi atau lamanya membaca yang mulai dilakukan pada waktu lampau dan masih berlanjut membaca sampai sekarang.

Sekian sobat. Jika mau menambahkan atau mengkoreksi silahkan ditulis di comment page !!
Semoga grammar bahasa Inggris kali ini bermanfaat .

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More